Ketika membahas destinasi bersejarah di Jepang, Kyoto memang kerap menjadi sorotan. Namun, wisata Nara memiliki daya tarik yang tidak kalah menarik. Kota yang pernah menjadi ibu kota Jepang pada abad ke-8 ini menyimpan banyak peninggalan bersejarah, mulai dari kuil kuno, taman luas, hingga museum yang menyimpan artefak penting dari masa lalu.
Selain terkenal dengan rusa-rusa jinak yang berkeliaran bebas, Nara menawarkan pengalaman budaya yang memperlihatkan perkembangan Jepang sejak era awal pembentukan negara. Kota ini menjadi salah satu destinasi menarik dalam itinerary tour Japan. Jika kamu berencana menjelajahi wilayah Kansai, berikut 14 tempat wisata Nara yang layak masuk dalam daftar kunjungan.
T?dai-ji merupakan salah satu kuil Buddha paling terkenal di Jepang. Bangunan ini dikenal karena memiliki Daibutsuden atau Aula Buddha Agung yang menyimpan patung Buddha perunggu raksasa setinggi sekitar 15 meter.
Kuil yang berdiri sejak abad ke-8 ini menjadi simbol penting perkembangan agama Buddha di Jepang. Arsitekturnya yang megah membuat T?dai-ji menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Nara lebih dekat.
Nara Park adalah kawasan hijau luas yang menjadi ikon kota. Taman ini terkenal karena dihuni lebih dari seribu rusa yang dianggap sebagai hewan suci dalam kepercayaan Shinto.
Kamu bisa membeli shika senbei atau biskuit khusus untuk memberi makan rusa. Banyak rusa bahkan akan membungkukkan badan sebagai respons sebelum menerima makanan, menciptakan pengalaman unik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Kasuga Taisha merupakan kuil Shinto bersejarah yang didirikan pada tahun 768. Kompleks ini terkenal berkat ribuan lentera batu dan lentera perunggu yang menghiasi area kuil. Suasana hutan di sekelilingnya menambah kesan tenang dan sakral. Saat festival tertentu, lentera-lentera tersebut dinyalakan sehingga menciptakan pemandangan yang sangat indah.
K?fuku-ji adalah kuil yang memiliki hubungan erat dengan keluarga Fujiwara, salah satu klan paling berpengaruh dalam sejarah Jepang. Daya tarik utamanya adalah pagoda lima lantai yang menjadi salah satu simbol kota Nara. Meski beberapa bangunan telah mengalami renovasi sepanjang sejarah, kompleks kuil ini tetap mempertahankan nilai budaya yang tinggi.
Jika kamu menyukai taman tradisional Jepang, Isuien Garden layak dikunjungi. Taman ini menggabungkan kolam, jembatan batu, serta pemandangan alam yang dirancang harmonis. Keunikan Isuien terletak pada penggunaan teknik "borrowed scenery", yaitu memanfaatkan lanskap pegunungan di kejauhan sebagai bagian dari desain taman.
Terletak tidak jauh dari Isuien, Yoshikien Garden menawarkan suasana yang lebih tenang. Taman ini terbagi menjadi tiga area utama, yaitu taman lumut, taman kolam, dan taman upacara minum teh. Setiap sudutnya menghadirkan nuansa berbeda yang memperlihatkan estetika khas taman Jepang tradisional.
Bagi kamu yang ingin mempelajari sejarah dan seni Buddha Jepang, Nara National Museum menjadi destinasi yang menarik. Museum ini menyimpan koleksi patung Buddha, gulungan lukisan kuno, hingga berbagai artefak keagamaan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pamerannya membantu pengunjung memahami perkembangan budaya Jepang dari masa ke masa.
Nigatsu-d? merupakan salah satu bangunan penting dalam kompleks T?dai-ji. Lokasinya berada di lereng bukit dan menawarkan panorama kota Nara dari ketinggian. Bangunan kayunya memiliki teras luas yang menjadi tempat favorit untuk menikmati suasana sore dan melihat matahari terbenam.
H?ry?-ji dikenal sebagai salah satu kompleks bangunan kayu tertua di dunia. Kuil ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Pangeran Sh?toku, tokoh penting dalam penyebaran agama Buddha di Jepang. Keaslian arsitekturnya membuat H?ry?-ji masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Yakushi-ji adalah kuil bersejarah yang awalnya dibangun pada akhir abad ke-7. Kuil ini didedikasikan untuk Yakushi Nyorai, Buddha penyembuhan. Kompleksnya menampilkan perpaduan bangunan kuno dan hasil rekonstruksi yang tetap mengikuti gaya arsitektur asli Jepang klasik.
Didirikan oleh pendeta Tiongkok bernama Ganjin, Toshodai-ji menjadi salah satu pusat penting ajaran Buddha di Jepang. Bangunan utamanya mempertahankan karakter arsitektur periode Nara dan menghadirkan suasana yang lebih tenang dibanding beberapa kuil populer lainnya.
Naramachi merupakan kawasan bersejarah yang mempertahankan suasana kota dagang Jepang pada masa lampau. Di sini kamu bisa berjalan di antara rumah-rumah kayu tradisional, toko kerajinan, galeri seni, serta kafe yang menempati bangunan berusia ratusan tahun. Kawasan ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati sisi budaya Nara secara lebih santai.
Heij? Palace Site adalah bekas kompleks istana yang menjadi pusat pemerintahan ketika Nara masih berstatus ibu kota Jepang. Area yang luas ini menghadirkan bangunan hasil rekonstruksi, museum, dan ruang terbuka yang membantu pengunjung membayangkan kehidupan politik Jepang pada abad ke-8.
Mount Wakakusa menawarkan pemandangan kota Nara dari ketinggian. Bukit ini memiliki jalur pendakian yang relatif mudah sehingga cocok untuk berbagai kalangan.
Setiap tahun, kawasan ini menjadi lokasi penyelenggaraan Yamayaki Festival, tradisi membakar rerumputan di lereng bukit yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Wisata Nara menawarkan perpaduan antara sejarah, budaya, dan keindahan alam yang sulit ditemukan di kota lain. Dari kemegahan T?dai-ji, suasana sakral Kasuga Taisha, hingga ketenangan taman tradisional dan kawasan Naramachi, setiap sudut kota ini menyimpan cerita tentang masa lalu Jepang.
Jika kamu ingin mengenal akar budaya Jepang lebih dalam, mengunjungi berbagai tempat wisata Nara bisa menjadi pengalaman yang memberikan banyak wawasan. Bagi yang sedang mencari paket tour Japan, Callista tour dapat menjadi pilihan untuk menjelajahi Nara dan destinasi menarik lainnya di Jepang.