Dubai bukan cuma soal gedung pencakar langit atau pusat belanja mewah. Kota ini juga punya dunia kuliner yang kaya rasa, dipengaruhi budaya Arab, Persia, India, hingga Mediterania. Kalau kamu penasaran seperti apa makanan khas Dubai, siap-siap tergoda dengan rempah kuat, aroma panggangan, dan tekstur yang bikin nagih.
Di bawah ini ada 12 hidangan yang layak masuk daftar incaran kamu saat menjelajahi kuliner Dubai, terutama saat kamu ikut paket tour dubai yang membuka lebih banyak kesempatan mencicipi hidangan autentik di berbagai sudut kota.
Shawarma menjadi salah satu ikon street food di Dubai. Daging ayam atau sapi panggang perlahan, lalu diiris tipis dan dibungkus dalam roti pita.
Kami menemukan kombinasi rasa gurih, creamy dari saus bawang putih, dan segarnya acar memberikan sensasi yang langsung terasa familiar di lidah. Di beberapa tempat, shawarma juga disajikan dengan tambahan kentang goreng di dalamnya, membuat rasanya semakin kaya.
Al Harees dikenal sebagai hidangan tradisional yang sering hadir saat Ramadan. Terbuat dari gandum dan daging yang dimasak hingga lembut.
Teksturnya halus dengan rasa yang hangat dan sederhana, menciptakan kesan comfort food khas Timur Tengah. Proses memasaknya yang memakan waktu lama membuat rasa daging dan gandum benar-benar menyatu.
Kebab di Dubai hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari tusuk hingga olahan daging cincang.
Bumbu rempah yang meresap ke dalam daging memberikan rasa yang kuat, dipadukan dengan roti dan saus yogurt yang menyegarkan. Setiap jenis kebab memiliki ciri khas tersendiri, tergantung campuran rempah dan cara pengolahannya.
Machboos adalah hidangan nasi berbumbu yang kaya aroma. Sekilas mirip biryani, tetapi memiliki karakter rasa yang lebih dalam.
Kami menyukai perpaduan rempah seperti kapulaga dan kayu manis yang menyatu dengan daging atau seafood dalam setiap suapan. Hidangan ini juga kerap dilengkapi dengan saus pedas khas yang memberi sentuhan rasa lebih berani.
Luqaimat merupakan camilan manis yang populer di Dubai. Bola-bola kecil ini digoreng hingga keemasan, lalu disiram sirup kurma.
Bagian luar renyah, sementara dalamnya lembut dan sedikit kenyal, menciptakan kontras tekstur yang menarik. Luqaimat sering hadir di festival atau bazar malam, membuat suasananya terasa lebih hidup.
Balaleet menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih dalam satu hidangan. Mi tipis dimasak dengan gula, saffron, dan kapulaga, lalu disajikan bersama telur.
Kombinasi ini menghadirkan pengalaman rasa yang unik dan berbeda dari hidangan lainnya. Hidangan ini cukup populer sebagai menu sarapan, terutama saat ingin sesuatu yang ringan tapi tetap mengenyangkan.
Samboosa menjadi cemilan favorit saat bulan Ramadan. Isinya beragam, mulai dari daging hingga sayuran. Kulitnya renyah dengan isian berbumbu yang kaya, cocok dinikmati saat santai maupun sebagai pembuka.
Di Dubai, samboosa sering disajikan hangat saat berbuka puasa dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun restoran lokal. Beberapa variasi juga menggunakan keju atau kentang sebagai isian, memberi pilihan rasa yang lebih beragam.
Madrouba memiliki tekstur lembut seperti bubur, terbuat dari nasi dan daging yang dimasak bersama rempah. Kami melihat hidangan ini sebagai pilihan yang menghangatkan, dengan rasa yang menyatu dan dalam.
Proses memasaknya melibatkan pengadukan terus-menerus hingga teksturnya halus, menciptakan sensasi lembut di setiap suapan. Hidangan ini juga sering disajikan dengan tambahan mentega atau ghee untuk memperkaya rasa.
Khuzi termasuk hidangan istimewa yang sering disajikan dalam acara besar. Daging kambing panggang disajikan di atas nasi berbumbu, lengkap dengan kacang dan kismis.
Tampilannya menggoda, dengan rasa yang kaya dan berlapis. Hidangan ini juga kerap dianggap sebagai simbol jamuan khas Timur Tengah, terutama saat menyambut tamu dalam acara penting. Dalam penyajiannya, khuzi biasanya ditaruh di tengah meja sebagai hidangan utama untuk dinikmati bersama.
Manakish adalah roti pipih dengan berbagai topping seperti za’atar, keju, atau daging. Hidangan ini populer sebagai sarapan atau camilan ringan, dengan rasa yang sederhana namun memikat.
Di Dubai, manakish sering disajikan langsung dari oven batu, memberikan aroma khas yang menggugah selera sejak pertama disajikan. Beberapa tempat juga menyajikannya dengan tambahan sayuran segar atau saus, sehingga rasanya makin variatif.
Falafel terbuat dari kacang yang dihaluskan, dibentuk bulat, lalu digoreng. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, dengan rasa gurih yang cocok dipadukan dengan roti pita dan saus tahini.
Hidangan ini juga menjadi pilihan favorit bagi yang mencari menu berbasis nabati dengan rasa tetap kaya. Di Dubai, falafel kerap dijadikan menu sarapan atau makan siang ringan karena mudah ditemukan di berbagai sudut kota.
Sebagai penutup, Umm Ali menghadirkan rasa manis yang lembut. Dessert ini dibuat dari pastry, susu, dan kacang-kacangan. Disajikan hangat, memberikan sensasi nyaman di akhir perjalanan kuliner.
Beberapa variasi menambahkan krim atau kacang tambahan untuk memberikan tekstur lebih kaya dan rasa yang semakin lembut. Dessert ini sering disajikan di restoran maupun jamuan khusus sebagai hidangan penutup yang klasik.
Makanan khas Dubai menawarkan lebih dari sekadar rasa enak. Setiap hidangan punya karakter kuat yang membuatnya berbeda dari kuliner lain di dunia. Dari shawarma yang sederhana sampai khuzi yang mewah, semuanya memberi pengalaman yang berkesan.
Jadi, kalau kamu punya kesempatan menjelajah Dubai melalui tour dubai dari Callista Tour atau sekadar ingin mencoba lewat restoran Timur Tengah, daftar ini bisa jadi panduan awal yang seru. Siap mencicipi?