Gunung Huashan menjadi salah satu destinasi paling terkenal di China karena jalur pendakiannya yang ekstrem. Banyak video viral di media sosial menampilkan wisatawan berjalan di papan kayu sempit yang menempel di sisi tebing curam. Sensasi menegangkan inilah yang membuat Gunung Huashan masuk daftar pegunungan paling berbahaya sekaligus paling menarik di dunia.
Bagi kamu yang menyukai wisata alam dengan adrenalin tinggi, Gunung Huashan menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan. Tidak sedikit wisatawan memasukkan destinasi ini ke dalam itinerary paket tour china karena lokasinya mudah dijangkau dari Xi’an. Di balik jalur sempit dan tebing curamnya, gunung ini memiliki nilai sejarah, kuil kuno, serta panorama pegunungan yang indah.
Gunung Huashan berada di Provinsi Shaanxi, China, sekitar 120 kilometer dari Kota Xi’an. Gunung ini termasuk bagian dari lima gunung suci dalam tradisi Taoisme. Sejak ribuan tahun lalu, kawasan ini menjadi tempat ibadah dan lokasi pertapaan para biksu Tao.
Huashan memiliki lima puncak utama yang masing-masing berada di arah berbeda, yaitu timur, barat, selatan, utara, dan tengah. Puncak Selatan menjadi titik tertinggi dengan ketinggian sekitar 2.154 meter di atas permukaan laut.
Selain populer sebagai tujuan wisata ekstrim, Gunung Huashan dikenal karena jalur pendakian tradisionalnya yang menempel di tebing batu granit.
Daya tarik terbesar Gunung Huashan terletak pada jalur bernama plank walk. Jalur ini berupa papan kayu tipis yang dipasang di sisi tebing vertikal. Saat melewatinya, kamu akan melihat jurang dalam langsung di bawah kaki.
Wisatawan yang ingin mencoba plank walk wajib mengenakan sabuk pengaman dan kait khusus. Meski sudah memakai perlengkapan keamanan, rasa takut tetap muncul karena jalurnya sangat sempit.
Banyak pengunjung mengaku tangan mereka gemetar ketika harus berpindah langkah di atas papan kayu sambil berpegangan pada rantai besi di dinding tebing.
Ada beberapa alasan mengapa Gunung Huashan terkenal sebagai jalur pendakian ekstrem:
Beberapa bagian jalur memiliki tangga batu dengan sudut hampir tegak lurus. Anak tangganya sempit sehingga pendaki harus berjalan perlahan.
Di beberapa titik, lebar jalur hanya cukup untuk satu orang. Jika ada pengunjung dari arah berlawanan, kamu perlu bergantian lewat.
Pemandangan jurang terbuka membuat banyak orang merasa tegang. Faktor ini menjadi tantangan mental tersendiri.
Kabut tebal dan angin kencang dapat muncul sewaktu-waktu. Karena itu, wisatawan harus memperhatikan kondisi cuaca sebelum mendaki.
Gunung Huashan memiliki hubungan erat dengan budaya Taoisme di China. Selama berabad-abad, banyak biksu membangun kuil dan tempat meditasi di kawasan pegunungan ini.
Beberapa kuil kuno masih berdiri hingga sekarang dan menjadi bagian dari jalur wisata. Saat mendaki, kamu akan menemukan bangunan tradisional dengan arsitektur khas China di tengah medan berbatu.
Pada masa lampau, jalur menuju kuil dibuat langsung di sisi tebing menggunakan kayu dan pahatan batu. Inilah yang kemudian berkembang menjadi rute ekstrem yang dikenal dunia saat ini.
Sebagian besar wisatawan memulai perjalanan dari Xi’an. Dari kota tersebut, kamu dapat naik kereta cepat menuju Huashan North Railway Station dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 40 menit.
Setelah tiba, perjalanan dilanjutkan menggunakan shuttle bus menuju area wisata Gunung Huashan. Pengunjung memiliki dua pilihan untuk mencapai area atas gunung:
Cable car menjadi pilihan populer bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama tanpa menguras tenaga terlalu banyak.
Musim semi dan musim gugur dianggap sebagai waktu favorit untuk mengunjungi Gunung Huashan. Suhu udara terasa lebih nyaman dan pemandangan pegunungan terlihat jelas.
Pada musim dingin, jalur gunung dapat tertutup salju dan menjadi lebih licin. Sementara musim panas menghadirkan udara hangat dengan jumlah wisatawan yang lebih ramai.
Banyak pengunjung sengaja datang saat subuh untuk melihat matahari terbit dari puncak gunung. Panorama langit pagi di Huashan menjadi salah satu momen yang paling diburu wisatawan.
Jika kamu berencana mengunjungi Gunung Huashan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Jalur pendakian terdiri dari tangga batu dan medan curam. Pilih sepatu dengan daya cengkeram baik agar langkah lebih aman.
Pendakian bisa memakan waktu lama. Pastikan tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan.
Jika merasa takut atau kelelahan, lebih baik berhenti sejenak. Jalur ekstrim memerlukan fokus penuh.
Hindari mendaki saat hujan atau kabut terlalu tebal karena jalur menjadi licin dan jarak pandang berkurang.
Area wisata Huashan cukup ramai, terutama saat musim liburan. Datang pagi hari membantu kamu menikmati jalur dengan lebih nyaman.
Meski terkenal ekstrem, Gunung Huashan menyimpan pemandangan alam yang luar biasa. Dari puncaknya, kamu bisa melihat deretan pegunungan, lautan awan, hingga lembah hijau yang membentang luas.
Saat matahari terbit, cahaya keemasan menyelimuti tebing batu dan menciptakan suasana yang sangat indah. Banyak fotografer datang ke Huashan untuk mengabadikan panorama alam tersebut. Perpaduan antara jalur menegangkan dan pemandangan pegunungan inilah yang membuat Gunung Huashan terus viral di media sosial.
Gunung Huashan menghadirkan kombinasi antara wisata alam, sejarah, dan tantangan adrenalin. Jalur plank walk di tepi tebing menjadikan gunung ini terkenal di seluruh dunia, terutama di kalangan pecinta petualangan.
Walau terlihat menakutkan, banyak wisatawan rela datang demi merasakan sensasi berjalan di salah satu jalur pendakian paling ekstrim di China. Destinasi ini mulai populer dalam pilihan tour china bersama Callista Tour yang menawarkan perjalanan ke Xi’an dan kawasan pegunungan bersejarah.
Jika kamu menyukai pengalaman penuh tantangan dengan panorama pegunungan yang indah, Gunung Huashan layak masuk daftar destinasi impianmu.