Kalau kamu pernah melihat video jalanan di Thailand berubah jadi arena perang air raksasa, kemungkinan besar itu adalah Songkran Thailand. Festival ini identik dengan pistol air, ember, musik jalanan, dan ribuan orang yang saling menyiram air di tengah cuaca panas bulan April.
Bahkan, banyak wisatawan mancanegara sengaja datang pada periode ini melalui paket tour thailand agar bisa menikmati festival sekaligus mengunjungi destinasi populer seperti Bangkok, Chiang Mai, atau Phuket dalam satu perjalanan. Tapi tunggu dulu, Songkran bukan cuma soal perang air.
Di balik keseruannya, festival ini punya makna budaya yang sangat kuat karena merupakan perayaan Tahun Baru tradisional Thailand. Bahkan, pada Desember 2023, UNESCO resmi memasukkan “Songkran in Thailand, Traditional Thai New Year Festival” ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Kalau kamu berencana liburan ke Thailand saat April atau sekadar ingin tahu tradisi unik negeri Gajah Putih ini, simak fakta lengkapnya di bawah ini.
Songkran berasal dari kata Sanskerta “Sankranti”, yang berarti perpindahan atau perubahan posisi matahari dalam zodiak.
Di Thailand, Songkran menandai perpindahan matahari ke rasi Aries dan dianggap sebagai awal tahun baru tradisional. Festival ini dirayakan setiap tahun pada:
Meski tanggal resminya berlangsung tiga hari, beberapa kota di Thailand merayakannya lebih lama hingga pertengahan atau akhir April.
Sebelum Thailand memakai kalender modern seperti sekarang, Songkran menjadi perayaan tahun baru resmi negara tersebut.
Tradisi ini sudah berlangsung selama ratusan tahun dan berakar pada budaya Buddha serta nilai kekeluargaan. Dahulu, masyarakat Thailand merayakan Songkran dengan kegiatan religius seperti:
Tradisi menyiram air awalnya dilakukan dengan lembut sebagai simbol membersihkan diri dari kesialan dan menyambut keberuntungan di tahun baru.
Seiring perkembangan pariwisata, ritual ini berubah menjadi festival air terbesar yang kini dikenal wisatawan dari seluruh dunia.
Ini pertanyaan yang paling banyak muncul. Awalnya, air dalam Songkran melambangkan:
Air juga sangat relevan karena festival berlangsung saat Thailand memasuki musim panas dengan suhu yang bisa sangat tinggi.
Lama-kelamaan, tradisi menyiram air berkembang menjadi aktivitas jalanan yang jauh lebih meriah. Sekarang kamu akan melihat:
Hasilnya? Seluruh kota berubah seperti pesta raksasa selama beberapa hari.
Walaupun versi modernnya sangat ramai, masyarakat Thailand tetap menjaga tradisi aslinya.
Warga lokal datang ke kuil untuk berdoa, memberikan persembahan kepada biksu, serta mengikuti ritual keagamaan sebagai bentuk rasa syukur atas tahun yang telah berlalu. Banyak keluarga juga memulai pagi hari Songkran dengan merit-making atau berdonasi di kuil.
Air harum disiramkan ke patung Buddha sebagai simbol pembersihan spiritual dan harapan untuk memulai tahun baru dengan keberuntungan. Tradisi ini dikenal dengan nama Song Nam Phra dan masih dilakukan di berbagai wilayah Thailand.
Tradisi menghormati orang tua dengan menuangkan air ke tangan mereka sambil meminta restu. Momen ini juga menjadi waktu berkumpul keluarga karena banyak warga Thailand pulang kampung saat perayaan Songkran berlangsung.
Rumah dibersihkan sebelum tahun baru sebagai simbol membuang hal buruk dari tahun sebelumnya. Beberapa keluarga juga menghias rumah dan menyiapkan makanan khusus untuk menyambut kerabat yang datang berkunjung.
Di beberapa kuil, masyarakat membuat stupa kecil dari pasir sebagai bentuk penghormatan religius. Tradisi ini berasal dari kepercayaan bahwa pasir yang terbawa keluar kuil sepanjang tahun perlu dikembalikan sebagai bentuk simbolis dan penghormatan.
Tradisi inilah yang membuat Songkran tetap punya nilai budaya kuat, bukan sekadar festival jalanan.
Setiap kota punya suasana berbeda.
Area seperti Khao San Road dan Silom menjadi pusat perang air terbesar. Cocok buat kamu yang suka suasana ramai, pesta jalanan, dan hiburan nonstop.
Salah satu lokasi Songkran paling terkenal di Thailand. Perayaan berlangsung di sekitar Old City dan Tha Phae Gate dengan kombinasi budaya tradisional dan perang air besar-besaran.
Pattaya punya perayaan lanjutan bernama Wan Lai Festival, yang berlangsung setelah tanggal resmi Songkran selesai. Festival ini bahkan bisa berlanjut hingga pertengahan April.
Pilihan menarik kalau kamu ingin menikmati festival air sambil liburan pantai.
Secara umum, iya. Pemerintah Thailand rutin meningkatkan pengamanan selama Songkran karena jumlah wisatawan sangat tinggi setiap tahunnya.
Tetap waspada terhadap:
Kalau kamu ingin pengalaman lebih nyaman, pilih area festival yang sesuai dengan gaya liburanmu.
Waktu terbaik tentu sekitar 13–15 April, namun kalau ingin menikmati festival tambahan seperti Wan Lai di Pattaya, kamu bisa memperpanjang perjalanan hingga sekitar 16–19 April tergantung agenda tahunan setempat.
Sebaiknya booking tiket pesawat dan hotel sejak jauh hari karena periode ini termasuk musim liburan favorit wisatawan internasional.
Songkran Thailand adalah kombinasi unik antara budaya, tradisi spiritual, dan pesta jalanan paling heboh di Asia.
Kamu bisa melihat sisi religius Thailand di pagi hari, lalu ikut perang air seru di sore harinya. Kombinasi seperti ini jarang ditemukan di festival lain, sehingga banyak wisatawan memasukkannya ke dalam wishlist tour thailand mereka saat berkunjung ke Negeri Gajah Putih.
Kalau kamu ingin merasakan langsung kemeriahan Songkran tanpa bingung mengatur itinerary Thailand, Callista Tour siap menemani perjalanan luar negeri dengan pilihan paket liburan yang nyaman dan seru.