Detail Artikel
20 Makanan Khas Thailand yang Wajib Dicoba: Tom Yum, Pad Thai hingga Mango Sticky Rice
Tertarik dengan Destinasi Ini?
Dapatkan penawaran harga dan jadwal perjalanan terbaik bersama Callista Tour.
✈️ Lihat Semua Paket Tour Thailand ➔Makanan khas Thailand yang paling wajib dicoba adalah Tom Yum Goong, Pad Thai, Mango Sticky Rice, Som Tam, Green Curry, dan Pad Kra Pao. Kuliner Thailand terkenal karena memadukan rasa pedas, asam, manis, asin, aroma rempah, bawang putih, jeruk nipis, cabai, serta santan dalam satu hidangan. Bagi wisatawan Indonesia, pilihan makanan Thailand juga sangat beragam, mulai dari street food murah hingga restoran halal di Bangkok yang memiliki sertifikasi resmi.
Thailand bahkan menjadikan kuliner sebagai bagian penting dari daya tarik wisatanya. Tourism Authority of Thailand memasukkan Pad Thai, Som Tam, Massaman Curry, dan Mango Sticky Rice sebagai beberapa hidangan yang patut dicoba di Bangkok dan destinasi Thailand lainnya.
Jika Anda sedang merencanakan liburan sambil berburu kuliner Bangkok, itinerary akan lebih praktis bila dikombinasikan dengan paket tour Thailand Callista Tour sehingga wisata, transportasi, hotel, dan waktu berburu makanan dapat disusun dalam perjalanan yang lebih efisien.
Apa Saja Makanan Khas Thailand yang Paling Terkenal?
Berikut 25 makanan khas Thailand yang wajib dicoba saat liburan, mulai dari hidangan utama, curry, street food hingga dessert.
1. Tom Yum Goong
Tom Yum Goong adalah salah satu makanan khas Thailand yang terkenal di seluruh dunia. Sup ini memiliki karakter rasa asam, pedas, dan aromatik dari serai, daun jeruk, lengkuas, cabai, jeruk nipis, serta biasanya menggunakan udang sebagai protein utama.
Tom Yum cocok untuk wisatawan yang menyukai rasa kuat dan segar. Namun, wisatawan Muslim tetap perlu memastikan kaldu dan bumbu yang digunakan tidak mengandung bahan non-halal.
2. Pad Thai
Pad Thai berupa mi beras yang ditumis dengan telur, tauge, tahu, kacang tanah, bawang putih atau bawang merah, asam jawa, saus ikan, gula aren, serta pilihan udang atau daging.
Tourism Authority of Thailand menggambarkan Pad Thai sebagai salah satu hidangan favorit tradisional yang menggunakan rice noodle, tofu, dried shrimp, egg, peanut, bean sprouts, scallions, fish sauce, tamarind, chili, dan garlic.
Bagi pemula yang belum terbiasa dengan makanan Thailand yang sangat pedas, Pad Thai merupakan pilihan relatif aman.
3. Mango Sticky Rice
Mango Sticky Rice atau Khao Niao Mamuang memadukan mangga matang dengan ketan yang diberi santan manis.
Teksturnya lembut, creamy, manis, dan sedikit gurih. Dessert ini sangat populer sebagai penutup setelah menyantap makanan pedas.
Di Bangkok, salah satu nama terkenal adalah K. Panich di Tanao Road. MICHELIN Guide mencantumkan jam operasional Senin–Sabtu sekitar 07.00–17.00 dan tutup pada Minggu. Lokasinya sekitar delapan menit berjalan kaki dari MRT Sam Yot menurut panduan lokal.
4. Som Tam
Som Tam adalah salad pepaya muda dengan cabai, tomat, kacang, jeruk nipis, dan dressing bercita rasa asam-pedas-manis.
Rasanya menyegarkan, tetapi versi lokal bisa sangat pedas. Jika tidak terlalu tahan pedas, katakan “mai pet” atau minta level pedas rendah.
5. Green Curry atau Gaeng Keow Wan
Green Curry Thailand terkenal dengan warna hijau dari cabai hijau serta tekstur kuah creamy dari santan.
Biasanya disajikan bersama ayam, daging sapi, atau pilihan protein lain, kemudian dimakan dengan nasi putih.
6. Massaman Curry
Massaman Curry memiliki rasa lebih lembut dibanding banyak curry Thailand lainnya. Bumbunya memadukan santan dengan rempah seperti kayu manis, kapulaga, cengkeh, jintan, star anise dan kacang.
Karena profil rasa relatif tidak terlalu pedas, Massaman Curry cocok bagi wisatawan Indonesia yang baru pertama kali mencoba kuliner Thailand.
7. Pad Kra Pao
Pad Kra Pao adalah hidangan tumis basil Thailand yang biasanya dipadukan dengan ayam, daging sapi atau seafood.
Disajikan bersama nasi putih dan telur goreng, menu sederhana ini banyak ditemukan di restoran maupun street food Bangkok.
8. Khao Pad
Khao Pad adalah nasi goreng khas Thailand. Bahan dasarnya mirip dengan nasi goreng Asia lainnya, tetapi karakter saus, jeruk nipis, telur, dan bumbu Thailand menghasilkan rasa berbeda.
Pilihan proteinnya bisa berupa ayam, udang, seafood, atau daging sapi.
9. Khao Soi
Khao Soi berasal dari Thailand bagian utara dan sangat identik dengan Chiang Mai.
Hidangan ini menggunakan mi dalam kuah kari santan, biasanya dilengkapi topping mi renyah, acar sayuran, bawang, serta jeruk nipis.
Jika itinerary Anda mencakup Chiang Mai atau Chiang Rai, Khao Soi layak masuk daftar prioritas.
10. Tom Kha Gai
Tom Kha Gai adalah sup ayam dengan santan, lengkuas, serai, daun jeruk dan rasa asam segar.
Dibanding Tom Yum, rasa Tom Kha Gai cenderung lebih creamy dan lembut sehingga cocok bagi wisatawan yang tidak terlalu menyukai makanan sangat pedas.
11. Pad See Ew
Pad See Ew menggunakan mi beras lebar yang ditumis bersama telur, sayuran, protein, serta kecap.
Cita rasanya lebih gurih dan sedikit manis dibanding Pad Thai.
12. Boat Noodle
Boat Noodle atau Kuay Teow Reua awalnya identik dengan mi yang dijual dari perahu.
Kuahnya pekat dengan rasa gurih dan rempah kuat. Sekarang Boat Noodle mudah ditemukan di Bangkok dalam berbagai versi.
13. Gai Yang
Gai Yang merupakan ayam panggang khas Thailand yang dibumbui dengan rempah dan sering disantap bersama Som Tam serta sticky rice.
Karena prosesnya sederhana, hidangan ini terlihat aman bagi wisatawan Muslim, tetapi status halal tetap harus dikonfirmasi berdasarkan restoran dan bahan marinasi.
14. Moo Ping
Moo Ping adalah sate babi panggang khas Thailand yang banyak ditemukan sebagai street food.
Menu ini tidak halal karena berbahan dasar babi. Wisatawan Muslim sebaiknya memilih alternatif sate ayam atau daging sapi di restoran yang memiliki jaminan halal.
15. Satay Thai
Versi sate Thailand biasanya disajikan bersama saus kacang dan acar.
Ayam atau daging sapi dapat menjadi alternatif yang familiar bagi wisatawan Indonesia, tetapi tetap periksa sumber daging serta proses memasaknya.
16. Kai Jeow
Kai Jeow adalah omelet Thailand yang digoreng hingga bagian luarnya sedikit crispy.
Umumnya disajikan dengan nasi dan saus. Ini merupakan salah satu menu sederhana yang cocok untuk sarapan atau makan cepat.
17. Tod Mun Pla
Tod Mun Pla adalah fish cake Thailand berbumbu kari merah dan rempah.
Teksturnya kenyal dengan rasa gurih-pedas dan biasa disantap menggunakan saus manis pedas.
18. Hoy Tod
Hoy Tod merupakan omelet crispy dengan kerang atau seafood.
Hidangan ini populer sebagai street food karena kombinasi telur, tepung, seafood, tauge, dan tekstur renyah.
19. Pla Pao
Pla Pao adalah ikan utuh yang dibalut garam kemudian dibakar.
Biasanya dimakan dengan sayuran dan saus khas Thailand. Menu ini menarik bagi wisatawan yang ingin makanan berbasis seafood dengan proses masak sederhana.
20. Khao Man Gai
Khao Man Gai dapat disebut sebagai versi Thailand dari chicken rice.
Nasi dimasak menggunakan kaldu, kemudian disajikan dengan ayam serta saus khas.
Makanan Tradisional Thailand yang Wajib Dicoba
Jika hanya mempunyai waktu singkat, prioritaskan Tom Yum, Pad Thai, Som Tam, Green Curry, Pad Kra Pao, Khao Soi, dan Mango Sticky Rice.
Karakter utama makanan Thailand terletak pada keseimbangan rasa. Satu hidangan dapat menggabungkan asam dari jeruk nipis atau asam jawa, pedas dari cabai, manis dari gula aren, asin dari saus ikan, dan aroma kuat dari bawang putih serta rempah segar.
Inilah yang membuat kuliner Thailand terasa berbeda meskipun beberapa bahannya familiar bagi lidah Indonesia.
Street Food Thailand yang Populer
Bangkok terkenal dengan pilihan street food yang sangat luas. Beberapa menu yang relatif mudah ditemukan adalah Pad Thai, Moo Ping, Som Tam, Boat Noodle, Hoy Tod, Khanom Krok, Khanom Buang, Thai Tea, serta Mango Sticky Rice.
Untuk memperkirakan budget makan harian sebelum berangkat, baca juga panduan harga makanan di Thailand dari Callista Tour. Dengan mengetahui kisaran biaya makanan sejak awal, Anda dapat membagi budget antara makan lokal, café, shopping, dan aktivitas wisata.
Makanan Khas Thailand yang Halal atau Muslim-Friendly
Wisatawan Muslim sebaiknya tidak menyimpulkan sebuah makanan halal hanya berdasarkan nama menunya. Pad Thai, Tom Yum, Green Curry atau Khao Pad dapat menggunakan bahan berbeda di setiap restoran, termasuk saus ikan, kaldu, daging, minyak, atau alat masak yang digunakan bersama produk non-halal.
Thailand memiliki sistem sertifikasi halal melalui Central Islamic Council of Thailand (CICOT). CICOT merupakan lembaga yang memiliki fungsi penerbitan sertifikasi halal di Thailand.
Cara paling aman saat mencari makanan halal di Thailand:
- Cari logo atau sertifikat halal yang masih berlaku.
- Prioritaskan restoran yang secara jelas menyatakan Halal Certified, bukan hanya “no pork”.
- Tanyakan jenis daging, kaldu, saus, dan metode memasak.
- Hindari menganggap seafood otomatis halal jika proses memasaknya bercampur dengan bahan non-halal.
- Untuk rombongan Muslim, informasikan kebutuhan makanan sejak reservasi tour.
Salah satu contoh yang mudah diakses wisatawan adalah Yana Restaurant di MBK Center lantai 5. Restoran ini menampilkan sertifikasi halal dari Central Islamic Council of Thailand dan menyediakan hidangan Thai serta internasional. Jam operasional yang dicantumkan adalah 10.30–21.00 setiap hari, dan lokasinya sekitar 300 meter dari BTS National Stadium.
Ini menjadikannya pilihan praktis bila itinerary Bangkok mencakup MBK, Siam atau kawasan pusat kota.
Di Mana Mencoba Pad Thai dan Mango Sticky Rice yang Terkenal di Bangkok?
Untuk pengalaman kuliner yang lebih terarah, beberapa nama dapat dimasukkan dalam itinerary.
|
Tempat |
Spesialisasi |
Jam Operasional |
Transportasi |
Status Halal |
|
Baan Phadthai |
Pad Thai |
Setiap hari 11.00–22.00 |
±3 menit jalan kaki dari BTS Saphan Taksin |
Status halal tidak dinyatakan pada sumber resmi yang dicek |
|
K. Panich |
Mango Sticky Rice |
Senin–Sabtu 07.00–17.00 |
±8 menit dari MRT Sam Yot |
Status halal tidak dinyatakan pada sumber yang dicek |
|
Yana Restaurant MBK |
Thai & international food |
Setiap hari 10.30–21.00 |
Dekat BTS National Stadium |
Halal certified |
Baan Phadthai sendiri berada di 21–23 Soi Charoen Krung 44 dan menyatakan lokasinya sekitar tiga menit berjalan kaki dari BTS Saphan Taksin. Restoran ini menggunakan saus dengan sekitar 18 bahan sebagai bagian dari spesialisasi Pad Thai mereka.
Catatan: jam operasional, menu dan status sertifikasi dapat berubah. Periksa kembali sebelum datang.
Berapa Lama Penerbangan Jakarta ke Thailand?
Untuk penerbangan langsung Jakarta–Bangkok, contoh jadwal yang tersedia saat ini menunjukkan waktu tempuh sekitar 3 jam 30 menit hingga 3 jam 35 menit, tergantung maskapai dan bandara kedatangan.
Artinya, Bangkok cukup praktis untuk short getaway 4–5 hari dari Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, itinerary dapat menggabungkan wisata seperti Grand Palace, Wat Arun, ICONSIAM, Pratunam, Chatuchak atau Pattaya sekaligus eksplorasi kuliner.
Bagaimana Cuaca Thailand Saat Wisata Kuliner?
Tourism Authority of Thailand mencatat Thailand memiliki iklim tropis dengan kisaran temperatur rata-rata sekitar 18–38°C, dipengaruhi musim panas, musim hujan dan periode yang lebih sejuk.
Untuk wisata kuliner, pakaian ringan dan nyaman sangat membantu karena sebagian street food berada di area terbuka. Bawa air minum, gunakan sunscreen, dan atur waktu menjelajah pasar pada sore atau malam bila ingin menghindari panas siang hari.
Lebih Baik Wisata Kuliner Thailand dengan Tour atau Pergi Sendiri?
Pergi sendiri memberikan fleksibilitas tinggi untuk mengejar restoran tertentu. Namun, tour lebih praktis untuk wisatawan yang juga ingin mengunjungi banyak objek wisata dalam waktu terbatas.
Dengan tour, transportasi antarobjek, hotel, city tour dan jadwal makan dapat disusun lebih efisien. Callista Tour dapat membantu menyesuaikan itinerary Thailand untuk keluarga, corporate group, private tour maupun grup Muslim yang membutuhkan perhatian khusus pada restoran dan kebutuhan makanan.
Pilihan paket terbaru dapat dilihat melalui tour Thailand Callista Tour atau artikel terkait .
Ingin Liburan Kuliner ke Negara Lain?
Jika Thailand sudah masuk bucket list, Anda juga dapat membandingkan pengalaman kuliner Asia melalui paket tour China dari Callista Tour, mulai dari Beijing, Shanghai, Chengdu hingga Chongqing.
Untuk pengalaman berbeda di Eropa, tersedia pula tour England & Scotland yang dapat menggabungkan city sightseeing, landmark bersejarah dan pengalaman kuliner lokal.
FAQ: Pertanyaan Seputar Makanan Khas Thailand
Q: Apa makanan khas Thailand yang paling terkenal?
A: Tom Yum Goong, Pad Thai, Mango Sticky Rice, Som Tam, Green Curry, Pad Kra Pao dan Massaman Curry termasuk makanan Thailand yang paling dikenal wisatawan.
Q: Apa makanan Thailand yang wajib dicoba untuk pertama kali?
A: Mulailah dari Pad Thai, Tom Yum, Mango Sticky Rice, Khao Pad dan Pad Kra Pao karena rasa dan teksturnya relatif mudah diterima wisatawan Indonesia.
Q: Apakah makanan khas Thailand halal?
A: Tidak semuanya. Bahkan hidangan berbasis ayam atau seafood belum otomatis halal karena saus, kaldu dan proses memasaknya dapat berbeda. Cari restoran dengan sertifikasi halal seperti yang dikeluarkan CICOT.
Q: Di mana mencari makanan halal di Bangkok?
A: Salah satu pilihan adalah Yana Restaurant di MBK Center yang menampilkan sertifikasi halal dari Central Islamic Council of Thailand. Kawasan dengan komunitas Muslim juga dapat menjadi alternatif, tetapi status restoran tetap perlu diperiksa.
Q: Berapa budget makan di Thailand?
A: Biaya sangat bergantung pada lokasi dan jenis restoran. Street food biasanya lebih ekonomis dibanding café, mall atau restoran premium. Gunakan panduan harga makanan Callista Tour untuk membantu menyusun budget harian.
Q: Apakah wisata kuliner Thailand lebih nyaman menggunakan tour?
A: Tour cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan kuliner dengan Bangkok city tour, Pattaya, shopping dan objek wisata lain tanpa mengatur transportasi serta jadwal sendiri.
Paket Liburan Ke Thailand Termasuk Tiket Pesawat 2023: 6 Tips Backpacker ke Thailand, Dijamin Seru Abis!
5 Rekomendasi Paket Tour Thailand Khao Yai, Unik & Seru Abis!
Tour Thailand Murah Menggunakan Jasa Travel Agent