Travelling Eropa sering masuk wishlist banyak traveler Indonesia, termasuk kami. Mulai dari kota klasik, kuliner khas, sampai panorama alamnya memang menggoda. Kalau kamu masih tahap riset, kamu bisa cek juga paket travelling Eropa terpercaya untuk gambaran rute dan budget awal sebelum berangkat.
Di artikel ini, kami berbagi panduan dasar, estimasi biaya, tips travelling ke Eropa, sampai rekomendasi perjalanan wisata Eropa yang cocok untuk pemula.
Persiapan Penting Sebelum Berangkat
Saat kami pertama merencanakan Travelling Eropa, hal paling terasa adalah banyaknya detail yang perlu disiapkan. Tapi kalau dicicil dari jauh hari, semuanya jadi lebih santai.
1. Urus Visa Schengen
Sebagian besar negara Eropa menggunakan visa Schengen. Tips dari kami:
- Ajukan minimal 1–2 bulan sebelumnya.
- Siapkan itinerary, rekening koran, booking hotel, dan asuransi perjalanan.
2. Tentukan Musim Perjalanan
Setiap musim punya karakter berbeda:
- Spring: bunga bermekaran, suhu nyaman.
- Summer: ramai turis, harga naik.
- Autumn: warna kota cantik, crowd lebih santai.
- Winter: cocok kalau mau salju atau Christmas market.
3. Susun Itinerary Menarik
Kami biasanya memilih beberapa kota saja supaya perjalanan tetap enjoy.
Estimasi Budget Travelling ke Eropa
Biaya Travelling Eropa bisa sangat variatif tergantung gaya jalan, musim, dan destinasi. Ini gambaran kasar dari pengalaman kami dan traveler lain:
- Tiket pesawat: sekitar Rp 10–20 juta PP dari Indonesia.
- Hotel / hostel: kisaran Rp300–800 ribu per malam, tergantung kota dan tipe akomodasi.
- Makan: sekitar Rp150–400 ribu per hari jika kombinasi restoran dan supermarket.
- Transport lokal: Rp 500 ribu–Rp2 juta selama trip (kereta, metro, bus).
- Tiket atraksi wisata: kira-kira Rp1–3 juta tergantung destinasi yang kamu pilih.
Secara umum, total biaya berada di kisaran Rp25–40 jutaan untuk perjalanan 10–14 hari.
Tips Hemat Travelling Eropa untuk Pemula
Kalau kamu ingin menekan biaya, kami biasanya mengatur Travelling Eropa dengan beberapa cara berikut:
1. Booking Lebih Awal
Kami biasanya mulai cek tiket pesawat 3–6 bulan sebelum berangkat. Selain harga cenderung lebih ramah, pilihan jam terbang dan hotel juga masih banyak. Jangan lupa bandingkan beberapa platform booking supaya dapat opsi terbaik.
2. Pilih Akomodasi Alternatif
Selain hotel biasa, kamu bisa mempertimbangkan hostel, guesthouse, atau apartemen sharing. Banyak hostel di Eropa sudah bersih dan nyaman, bahkan ada dapur bersama yang bisa membantu kamu hemat biaya makan.
3. Gunakan Transport Publik
Kereta, metro, tram, dan bus kota di Eropa umumnya mudah dipahami. Kami biasanya beli pass harian atau mingguan karena sering lebih murah dibanding tiket satuan, apalagi kalau kamu banyak berpindah tempat.
4. Bawa Botol Minum
Air keran di banyak kota Eropa aman diminum. Biasanya kami isi ulang botol di hotel, stasiun, atau public fountain. Cara kecil ini cukup membantu mengurangi pengeluaran harian.
5. Cari Makan Lokal
Supermarket, bakery, atau food market lokal sering jadi pilihan kami. Selain harganya lebih bersahabat, kamu juga bisa merasakan makanan khas tanpa harus selalu makan di restoran area wisata yang biasanya lebih mahal.
Tour Favorit di Eropa
Kalau kamu baru pertama Travelling Eropa, biasanya rute klasik lebih mudah diikuti karena transportasi dan fasilitas wisatanya lengkap.
1. Western Europe Classic
Biasanya rute ini jadi pilihan awal karena landmark-nya ikonik dan transportasinya mudah dipahami:
- Paris: Menara Eiffel, Louvre, Seine River cruise, sampai kafe klasik pinggir jalan. Kota ini sering jadi pintu masuk pertama traveler Asia.
- Brussels / Amsterdam: Brussels terkenal cokelat dan arsitektur Grand Place, sementara Amsterdam punya kanal romantis, museum Van Gogh, dan suasana kota santai.
- Swiss Alps: Area pegunungan seperti Interlaken, Lucerne, atau Zermatt menawarkan panorama danau, kereta panorama, sampai desa alpine yang fotogenik.
- Milan / Roma: Milan identik dengan fashion dan Duomo Cathedral, sedangkan Roma penuh situs sejarah seperti Colosseum, Vatican, dan piazza klasik.
2. Italy Explorer
Kalau kamu suka sejarah, seni, dan kuliner, rute Italia biasanya sangat memuaskan:
- Roma: Kota penuh peninggalan Romawi kuno, museum Vatikan, serta spot kuliner autentik.
- Florence: Pusat seni Renaissance dengan galeri seni terkenal, katedral megah, dan suasana kota lebih santai.
- Venice: Kota kanal dengan gondola, piazza romantis, dan arsitektur unik yang jarang ditemukan di tempat lain.
- Milan: Kota modern Italia, cocok untuk belanja, kuliner, sekaligus eksplor bangunan historis.
3. Central Europe Trip
Wilayah Eropa Tengah sering dipilih karena kota-kotanya cantik dan biaya relatif lebih bersahabat:
- Prague: Kota tua dengan kastil besar, jembatan Charles Bridge, dan suasana klasik yang kuat.
- Vienna: Elegan dengan istana kekaisaran, konser musik klasik, serta coffee house traditional.
- Budapest: Terkenal dengan Danube River, gedung parlemen megah, dan thermal bath khas Hungaria.
Biasanya biaya di kawasan ini sedikit lebih bersahabat.
4. Scandinavia Experience
Untuk kamu yang ingin suasana berbeda, wilayah Nordik punya karakter khas:
- Copenhagen: Kota ramah sepeda, desain minimalis, dan pelabuhan Nyhavn yang ikonik.
- Oslo: Perpaduan kota modern dengan fjord, museum Viking, dan alam yang dekat dengan kota.
- Stockholm: Kota kepulauan dengan old town Gamla Stan, museum maritim, serta panorama laut Baltik.
Cocok kalau kamu suka cityscape modern dan alam utara.
Travelling Sendiri vs Paket Tour Eropa
Sebagian orang memilih Travelling Eropa mandiri karena lebih bebas, tapi ada juga yang nyaman ikut tour
1. Backpacking
Plus:
- Jadwal fleksibel: Kamu bisa atur sendiri durasi di tiap kota, mau lama di Paris atau fokus ke Swiss misalnya, semuanya bisa disesuaikan.
- Eksplor sesuai minat: Kalau kamu suka museum, kuliner lokal, atau hidden gems, itinerary bisa dibuat lebih personal tanpa harus mengikuti jadwal rombongan.
- Kontrol budget lebih leluasa: Kamu bebas pilih hostel, transport promo, atau kuliner lokal yang sesuai kantong.
Catatan:
- Perlu riset cukup detail: Mulai dari transport antar kota, area hotel, visa, sampai spot wisata sebaiknya sudah dipelajari sebelum berangkat.
- Navigasi kota baru butuh adaptasi: Sistem transport Eropa sebenarnya mudah, tapi tetap perlu waktu memahami rute, bahasa lokal, dan kebiasaan setempat.
- Manajemen waktu harus disiplin: Supaya tidak ketinggalan kereta, atraksi tutup, atau itinerary jadi terlalu padat.
2. Paket Tour
Plus:
- Hotel, transport, itinerary sudah disiapkan: Biasanya kamu tinggal datang dan mengikuti rundown perjalanan.
- Cocok kalau waktumu terbatas: Dalam waktu singkat, beberapa negara bisa dikunjungi tanpa harus repot menyusun rencana sendiri.
Ada tour leader: Membantu komunikasi, informasi destinasi, hingga koordinasi selama perjalanan.
Catatan:
- Jadwal mengikuti grup: Waktu di tiap destinasi biasanya sudah ditentukan.
- Eksplorasi personal terbatas: Kadang tidak banyak waktu untuk jalan santai sendiri.
- Harga terlihat lebih besar di awal: Walaupun sebenarnya sudah termasuk banyak komponen perjalanan.
Tips Penting Saat di Eropa
Beberapa hal kecil yang menurut kami membantu:
- Simpan paspor di tempat aman.
- Waspadai pickpocket di spot wisata.
- Gunakan kartu debit/kredit internasional.
- Download peta offline sebelum jalan.
- Pelajari frasa dasar lokal.
Yuk Rencanakan Travelling Eropa Sekarang!
Pada akhirnya, Travelling Eropa bisa disesuaikan dengan gaya jalan, budget, dan waktu yang kamu punya. Mau backpacking santai atau ikut rombongan tour, semuanya tetap seru selama persiapan matang.
Kalau kamu ingin referensi rute siap jalan, kamu bisa lihat tour Eropa Barat dan Timur lengkap dari Callista Tour sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan perjalananmu.